Audisi Idola cilik 2_story

Hallo…

Aku mau nge-post cerita lagi nih. Ini cerita fiksi tentang Audisi idola cilik 2. Dan jangan dipercaya, sekali lagi ini hanya fksi dan cerita. Nggak beneran. ceritanya pendek aja sih.. nggak panjang-panjang amat. Tapi itu kalo kalian nggak terlalu menarik untuk membaca. Kalo kalian mau cerita ini diterusin.. komen aja. Sementara ini baru 1 part yang aku bikin…

Di baca yah.. ^.^

Audisi : jogja

—————————

Sekitar jam 9-nan Jogja Expo Center telah penuh dengan anak-anak bersama orang tua dan wali mereka. Anak-anak itu akan mengikuti audisi Idola Cilik 2. Untuk mengikuti audisi, para peserta di haruskan mengisi formulir dan membuat cerita unik tentang diri mereka.

Di sudut ruangan ada meja dengan setumpuk kertas formulir dan berdiri seorang kakak cewek di sampingnya. Tampaknya kakak itu adalah salah satu panitia penyelenggara audisi. Sementara di sebrang ruangan terlihat 1 anak cowok yang kelihatannya kalem, baik, manis, dan innocence.

Tidak jauh dari anak cowok itu terlihat seorang cewek membawa gitar, memakai T-shirt kuning polos berkerah, celana panjang bahan jeans dengan rambut di ikat di bawah sedang duduk di kursi yang telah di sediakan. Barusan cewek itu menaruh tasnya yang berwarna hitam polos di tumpukan tas-tas lain.

Lalu lewat di depannya anak cowok dengan tampang cool. Memakai baju lengan panjang berwarna merah, dan celana pensil bermotif kotak-kotak, hitam putih. Cowok itu membawa tas hitam polos, sama persis dengan tas anak cewek tadi. Di tangan kirinya ada tas untuk gitar juga berwarna hitam. Anak cowok itu langsung melempar tas nya ke tempat tas-tas lain, ia tidak takut tas nya tertukar. Sedangkan gitarnya, selalu ia bawa kemana-mana nggak pernah mau di lepas. Tanpa pikir panjang anak cowok itu duduk di sebelah anak cewek tadi, ia masih memeluk gitarnya. Anak cewek di sekitarnya pada merhatiin dia seperti artis, kecuali anak cewek yang di sebelahnya itu. Anak cewek itu hanya membatin “artis..artis” lalu ia mengeluarkan hp nya dari kantong dan memainkan salah satu game di hp-nya.

tiba-tiba terdengar suara seorang dari speaker.

“pagi semuanya, anak-anak yang berbakat. bagi kalian yang ingin mengambil formulir idola cilik 2 ke sudut ruangan ya.. ini sudah di sediakan..” belum selesai kakak itu berbicara, semua anak di ruangan itu langsung berebutan mengambil formulir.

Anak cewek yang tadi lagi main hp langsung memasukan hp nya ke kantong celana dan ikutan berebut, begitu juga dengan anak  cowok dengan gitarnya. Bahkan di saat desak-desakan gitarnya masih terus ia bawa, begitu juga anak innocence di sebrang meja juga ikut berebutan. Kakak yang di samping meja berusaha meloloskan diri dari kerumunan anak-anak yang sedang berebut.

“eh… adek-adek semua jangan berebutan, kita masih punya kok formulirnya nanti di bagikan lagi pas siang, setelah audisi pertama selesai” wah bukannya membuat anak-anak tenang malah membuat anak-anak tambah berebut.

Akhirnya setelah beberapa menit, aksi berebut anak-anak selesai juga. Anak cowok yang selalu membawa gitarnya itu segera mengambil tasnya tanpa dilihat lebih dahulu. Ia tidak sadar tas yang diambilnya adalah tas milik cewek yang sedang main hp tadi.

Formulir sudah habis, tapi ada satu anak yang masih berdiri di situ memandang meja yang sudah kosong. Ia adalah anak cewek yang tadi sedang main hp

“yah… abis, gimana nih?” lalu datang seorang cowok dan cowok itu bertanya dengan perhatian

“kenapa? kok sedih?”

“kehabisan formulir. padahal pingin banget ikut audisi, aku pingin jadi terkenal seperti anak-anak idola cilik 1” anak cewek itu menjawab dengan murung.

“bentar yah” lalu anak cowok itu mengambil sesuatu dari tas nya dan memberikannya kepada anak cewek itu. “nih”

“tapi kan formulir ini punya kamu, nanti jadi nggak bisa audisi”

“nggak usah khawatir, aku ada satu lagi punya temenku tapi dia nggak jadi ikut audisi, jadi dia kasih ke aku. nah sekarang yang ini buat kamu” kata anak cowok itu memberikan formulirnya.

“beneran nih?”

“iya bener. terus emm.. ini buat kamu aja, katanya kan kamu suka banget idola cilik. aku nggak terlalu sering gunain, terlalu banyak pr” kata cowok itu memberi sebuah CD idola cilik satu.

“ bener nih? makasih banget, kamu adalah anak terbaik yang pernah aku kenal” lalu anak cewek itu memeluknya. Tapi hanya sesaat dan Cuma reflex.“oh ya nama kamu siapa? kalo nama aku agni, kita temenan yuk” ajak anak cewek itu, alias agni.

“aku obiet, salam kenal”

“baik obiet, aku doain kamu bisa lulus tahap audisi” kata agni sambil ngerangkul obiet. obiet pun tersenyum manis.

“eh iya, kita harus cepet-cepet ngambil nomer” obiet mengingatkan.

“emm… kamu duluan aja ya, biet, aku harus ngambil tas aku”

“oke semoga kita ketemu lagi ya..”

“iya, dah obiet” agni dan obiet berpisah.

Di sisi lain, anak cowok yang selalu membawa gitarnya itu sedang duduk-duduk di teras luar tempat audisi. Tasnya di taruh disebelahnya.

“Hmm… Lama-lama Cakka jadi ngerasa laper nih” katanya pada dirinya sendiri. “Oh iya! Tadi kan aku bawa bekel kesini… dimakan ah..”

Anak cowok yang bernama Cakka itu pun meraih tasnya dan membuka bagian tengah tasnya. Tapi tiba-tiba ia terkejut.

“Loh… kok dalemnya ini?… aku kan nggak bawa barang-barang ini… jangan-jangan… tas-ku ketuker lagi?…”

Gimana? Mau lanjut nggak?
Dikomen okay…

“Saniyyah A.K (Sa)

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

    • kirara-chan
    • April 17th, 2010

    klo bisa dilanjuin yah ..
    soal’a menurut aku bgus crita”a
    pliss.. yaahh…
    aku nungguin bged di update ..

    • Saniyyah
    • April 19th, 2010

    oke deh.. aku blum update2 soalnya kemarin2 blum ada yg komen.. tapi bakal aku usahain biar lanjut kok. tunggu yah.. ^_^

  1. Lanjuuuutttt dooong !!!!!
    Penasaran nich……….

    hehehehe…….. (sory ya agak maksa =D)

  2. mana lanjutannya ?????
    buruannn donggg !!! gak sabaran niiiiii (hehehe….. pemaksaan aja ni gw =P)

    • Saniyyah
    • April 26th, 2010

    Buat semuanya, ceritanya sudah dilanjutkan. Silahkan di lihat di home page atau cari aja..

  1. No trackbacks yet.