King Jelly fruity ~ prince time

Ini lanjutan dari Black Berry forest ~ icy time
Soriii… lama banget yah nggak dilanjutin… Habis nggak ada waktu… sekolah makin banyak tugas… -,-

Ya udah! Mending langsung di baca yaa…

Hari pun menjelang sore. Cuaca yang pagi hari panas dilanjutkan dengan sore yang mendung. Kini sang raja surya sudah benar-benar tidak kelihatan. Awan-awan putih menghalangi sinarnya untuk masuk dengan leluasa. Lalu bagaimana dengan suasana di RCTI?

Suasana di RCTI masih sama seperti yang tadi. Tetap mendung, lembab, basah, kadang terlihat sisa-sisa air hujan yang jatuh dari tangkai pohon karena tergerak oleh Angin. Jalanan masih sedikit becek, orang-orang memilih untuk tetap berada di dalam gedung, kalaupun ingin keluar pasti tidak akan terlalu jauh.

Agni masih berjalan sendirian. Ia menuju ke kolam ikan yang lebih besar dari kolam ikan tempat ia dan Cakka tadi bertemu, sekaligus mencari Obiet. “Siapa tau dia dekat situ…” pikir Agni. Eh, ternyata Obiet panjang umur. Baru 3 detik dibayangkan, Obiet sudah terlihat duduk dengan santainya di sebuah bongkahan batu besar. Kenapa hari ini banyak cowok yang duduk di batu yah?… Well, yang pasti Agni sedikit lega. Soalnya dari tadi jalan sendiri, lama-lama cukup scary…

Sama seperti Cakka, Obiet juga sedang bermain hp. Tapi kira-kira Obiet bakal dingin juga nggak yah?. Agni pun mendekati Obiet. Belum sempat Agni menyapanya, Obiet sudah ‘say hi’ duluan.

“Agni…”

“Obiet…”

“Duduk, Ag. Pegel nanti…” kata Obiet menggeser posisi duduknya dan menyisakan satu tempat untuk Agni duduk.

“Ah… nggak usah, Biet. Nggak lama-lama ini…”

Obiet tersenyum jail. “Terus, Agni ke sini mau ngapain?… kangen aku yah?”

“jiah, si Obiet kepedean…”

“he he…”

“Tapi ia sih…” Agni senderan di batu yang Obiet duduki.  “Pingin nyari Obiet…”

“Jadi aku bener?… Agni kangen sama aku?”

“Ya enggak!…” Agni memukul pundang Obiet. “Obiet makin lama kok makin narsis aja sih?”

Sementara Obiet hanya tertawa mendengar komentar Agni itu.

“Oh iya… boleh pinjem hp kamu nggak, Biet?… Aku mau telepon Ibu” tanya Agni.

“Oh… boleh dong…” Obiet mengambil hp nya dan menyerahkannya ke Agni. “Nih…”

Alhamdulillah… Akhirnya ada yang mau minjemin hp-nya ke Agni. Agni langsung lega. Ia menerima hp Obiet dan mengetik nomor telepon rumahnya. Tapi baru mau di tekan tombol hijaunya, hp Obiet sudah duluan bunyi. Agni langsung tertunduk kecewa. Ternyata ada dbieters yang nelepon Obiet. Agni jadi ingat saat-saat ia CC-an bersama kakak-kakak Agniaza. Kalo di tolak kan nggak enak.

“Nih, Biet..” akhirnya Agni kembalikan hp Obiet.

“Loh… kok di balikin?” tanya Obiet.

“kakak dbieters nelepon…”

“Aduh… maaf, Ag…” Obiet mengambil hp-nya dan melihat siapa yang meneleponnya. “Kalo gitu… aku bilang ke kakak dbieters biar neleponnya cepet yah?…”

“Yah… jangan gitu juga.. nanti malah Obiet yang repot. Kalo teleponnya penting gimana?… Mending Aku ke Ruang koreo aja deh..”

“Tapi kan kesana jauh.. Agni nelepon mamanya Agni juga karena penting kan? Nanti kalo mamanya Agni khawatir gimana?”

“Nggak papa kok..”

“Nanti Agni dimarahin?…”

“ha ha.. nggak papa, Biet” Agni tidak menyangka Obiet sampai kepikiran kalau dia akan dimarahi ibunya.

“Bener?…”

“Beneran… udah ya, aku ke ruang koreo”

“Iya…” Obiet mengangguk pelan. Dari mukanya terlihat ia merasa sangat bersalah. Seperti anak kecil yang berkata, ‘Aku nggak berguna…’

Agni tersenyum dan berkata, “Jangan murung dong, nanti dbieters nya sedih…” Lalu Agni mundur 3 langkah dan berbalik.

“Sori, Ag…”

“Nggak pa-pa, biet” balas Agni sambil memberikan senyumannya pada Obiet.

Mendengar nada ringtone hp nya yang hampir selesai, Obiet langsung mengangkat teleponnya.

Hfft… ternyata Obiet juga nggak bisa minjemin hpnya. Agni mau pinjem siapa lagi?… tapi setelah dilihat-lihat di jam tangan Agni, batas waktu untuk nelepon mamanya juga hampir habis. “hfft… ancur nih..” keluh Agni. Sebentar lagi ia akan sampai di kolam ikan yang ia tuju. Lokasinya tidak terlalu jauh dengan pintu masuk ke gedung RCTI. Yah… setidaknya ia bisa refreshing sebentar.

Udara makin dingin, tanda-tanda akan terjadi hujan makin terlihat, namun Agni masih tetap diluar, berdiri di tepian kolam ikan dengan pandangan kosong ke bawah. Ketika ia melihat kerikil kecil, ia tendang kerikil itu ke dalam kolam. Airnya pun beriak dan bergelombang.

Ternyata ada seseorang yang melihat Agni berdiri tanpa gairah di tepi kolam. Ia tersenyum dan menghampiri Agni. Dan dengan aura orang itu, udara seketika menghangat.

Hmm… siapa yah orang yang menghampiri Agni itu??
Tetep baca yaa…

Maaf sekali lagi… aku nggak punya gambar tangan untuk part yang ini… But there is something for you of course…

rainbow doll

"rainbow doll"

Thank you… ^_^

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

    • DINDApotter
    • June 5th, 2010

    hiks hiks
    lanjutannya lama sekali
    lanjut sajalah!

  1. No trackbacks yet.